8/31/2011

-.-.-.-.--.

3 bulan unemployed, jadi remaja gelisah, antara lulus sma dan nunggu masuk kuliah, makes me believe that 'life was just about to prove the universe's theory'. Satu demi satu quote menjadi berfungsi, those pharagraphs I usually read comes true. Biasanya hidup diisi dengan keluhan tentang sekolah dan hal - hal sekitarnya, tapi ternyata semua itu engga ada apa - apanya dibanding 'the life after'. Hidup diluar orang tua, saat kita stands by our own ability jauh lebih rumit dibanding itu.
Hidup dewasa itu tidak se simple yang dibayangkan. Faking feelings itu tidak ada rampungnya, dimana faking feelings itu sudah tidak buruk lagi. Memang untuk hidup kedepannya kita ga bisa segamblang sekarang, curcol di twitter, nge galau dan lain - lain. Ngebayangin deh, kalau orang tua saya moodnya disembur2 secara gamblang, pasti udah hancur berantakan deh urusan mereka. They keep their probs on their own. Masalah kerja ya masalah kerja, rumah ya rumah. Emotion placement. That is what keeps their life in sanity.
Ini semua masalah jaga perasaan #tssah. Saya jaga, kamu juga. Gimana caranya supaya ga ada gesekan di antaranya. And I believe that this kind of 'human-to-human-relationship' perlu pembelajaran seumur hidup. Butuh insentif seumur hidup juga buat ngejalaninnya.


blah



No comments:

Post a Comment

give me hell